This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Dasar Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dasar Akuntansi. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juni 2012

Buku Besar (Ledger)


Buku besar adalah kumpulan akun dalam entitas usaha. Buku besar merupakan buku catatan akhir (books on final entry), yang merupakan kumpulan rekening Neraca (riil) dan rekening Laba/Rugi (nominal). Buku besar merupakan sekelompok perkiraan yang terdiri dari perkiraan yang berhubungan dan merupakan satu-kesatuan lengkap.
Posting merupakan proses memindahakan ayat-ayat jurnal yang telah dibuat dalam buku jurnal ke buku besar, yaitu memindahkan jumlah dalam kolom debet jurnal ke dalam sisi debet rekening dan memindahakan jumlah dalam kolom kredit jurnal ke dalam sisi kredit rekening.
Prosedur posting:
1. Tanggal dan jumlah yang dicatat dalam jurnal dicatat kembali dalam rekening yang bersangkutan. Apabila suatu jumlah dicatat di sisi debet dalam jurnal, maka posting harus dilakukan ke sisi debet rekening, sebaliknya bila di dalam jrnal dicatat di sisi kredit, maka posting harus dilakukan ke sisi kredit rekening. Cara mencatat tahun, bulan dan tanggal. sama dengan yang dilakukan dalam jurnal.
2. Apabila posting telah dilakukan, maka nomor halaman jurnal harus dituliskan dalam kolom P/R di buku besar akun yang bersangkutan.
3. Menuliskan nomor rekening yang telah diposting pada kolom P/R di dalam jurnal. Prosedur ini mempunyai dua tujuan, yaitu:
a. Untuk menunjukkan bahwa jurnal tersebut telah diposting
b. Untuk menunjukkan hubungan antara jurnal dan rekening di buku besar.

Jurnal (Journal)






Bagian berikutnya dari siklus akuntansi adalah jurnal. Apa sih jurnal itu?

Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukkan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Oleh itu buku jurnal sering disebut sebagai buku catatan pertama (book of original entry).

Manfaat pemakaian jurnal:
1. Merupakan alat pencatatan yang dapat menggambarkan pos-pos yang terpengaruh oleh suatu transaksi. Manfaat pemakaian jurnal akan sangat terasa, terutama apabila suatu transaksi mengakibatkan adanya beberapa pendebetan dan pengkreditan.
2. Merupakan alat pencatatan yang memberi gambaran secara kronologis, sehingga dapat memberi gambaran yang lengkap tentang seluruh transaksi perusahaan berdasarkan urutan-urutan terjadinya.
3. Dapat dipecah-pecah menjadi beberapa jurnal khusus yang dikerjakan oleh beberapa orang secara bersamaan.
4. Menyediakan ruang yang cukup untuk keterangan transaksi.
5. Menghindari terjadinya kesalahan / kekeliruan dalam mencatat transaksi.

Bentuk jurnal:
(lihat gambar di atas)

Pemakaian kolom-kolom tersebut adalah sebagai berikut:
Tanggal : untuk mencatat tanggal terjadinya transaksi. Kolom ini terbagi atas dua bagian, yaitu bagian kiri untuk mencatat tahun dan bulan, dan bagian kanan untuk mencatat tanggal dengan prosedur pencatatan sebagai berikut:
a. Tahun ditulis pada baris pertama. Tahun biasanya tidak ditulis berulang-ulang pada suatu halaman apabila tahun tidak berganti.
b. Nama bulan ditulis untuk transaksi yang pertama terjadi dalam bulan yang bersangkutan pada bagian atas kolom pertama. Nama bulan hanya ditulis lagi pada bagian atas halaman yang baru atau pada awal bulan yang baru.
c. Tanggal untuk setiap transaksi dicatat pada kolom pertama, pada bagian kolom yang kecil. Untuk setiap transaksi perlu ditulis tanggalnya meskipun dalam tanggal yang sama terjadi beberapa transaksi.
Perkiraan : untuk mencatat nama rekening yang didebet dan nama rekening yang dikredit. Dalam kolom ini dicatat juga keterangan singkat tentang transaksi yang dicatat. Prosedur pencatatannya adalah sebagai berikut:
a. Nama rekening yang didebet ditulis merapat ke pinggir sebelah kiri dalam kolom nama rekening dan jumlah pendebetan dimasukkan ke dalam sisi kiri atau kolom debet.
b. Nama rekening yang dikredit ditulis dalam baris berikutnya pada kolom nama rekening sedikit masuk ke sebelah kanan dan jumlah pengkreditan dimasukkan ke dalam sisi kanan atau kolom kredit.
P/R (Posting Referrence) : untuk mencatat nomor rekening yang didebet dan rekening yang dikredit. Kolom ini tidak dicatat pada saat menjurnal, tetapi harus diisi dengan nomor rekening setelah jurnal tersebut dicatat dalam rekekning-rekening yang bersangkutan di buku besar.
Jumlah Debet : untuk mencatat jumlah rupiah yang harus didebetkan ke dalam rekening yang namanya telah tertulis pada kolom nama rekening.
Jumlah Kredit : untuk mencatat jumlah rupiah yang harus dikreditkan ke dalam rekekening yang namanya telah tertulis pada kolom nama rekening.

Nama rekening dalam jurnal:
Nama rekening yang digunakan dalam menjurnal harus sama dengan nama rekening yang digunakan di dalam buku besar.
Contoh: perusahaan membeli alat-alat tulis kantor, maka rekekning yang harus digunakan adalah rekening perlengkapan, bukan rekening pembelian ATK.

Sampai sini dulu ya tentang jurnal, lain kali kita sambung tentang jurnal khusus dan contoh pemakaian dari keduanya.

Sejarah Akuntansi



Tidak banyak orang yang mengetahui dari mana sih asalnya akuntansi itu, bahkan mungkin termasuk juga kita. Untuk membantu teman-teman mengenal akuntansi, ada sedikit info tentang sejarah akuntansi nih. Yuk, simak liputannya...
Berdasarkan catatan yang ada, akuntansi yang paling tua ditemukan pada sekitar 3.600 sebelum masehi di Babylonia, yaitu penemuan berupa catatan pembayaran gaji pada lempengan tanah liat.
Di Inggris, sistem pencatatan mulai dianut pada abad ke XI. Ketika itu sistem pencatatan dilakukan atas perintah dari William the Conqueror yang dimaksudkan untuk mengetahui sumber-sumber keuangan kerajaan.
Pada masa lampau, akuntansi hanya digunakan untuk aspek yang sifatnya terbatas pada operasi keuangan khusus atau perusahaa milik negara. Jadi, pada saat ini belum ada sistematika akuntansi untuk seluruh transaksi, yang ada hanyalah untuk tipe khusus atau bagian-bagian dari transaksi.
Akuntansi yang lengkap untuk perusahaan kemudian baru timbul di dunia usaha karena adanya dorongan kebutuhan akan sistem pencatatan tertentu dari kantor dagang di Itali, Roma.
Pada dasarnya, akuntansi berkembang dari Tata Buku Berpasangan. Sistem Pembukuan (Tata Buku) Berpasangan (Double Entry System) untuk pertama kalinya diperkenalkan di Itali pada tahun 1949. Yang pertama kali mengetengahkan sistem ini adalah LUCAS PACIOLI, seorang rahib Franciscan di Itali, yaitu seorang ahli ilmu pasti yang mengajar pada beberapa universitas di Perugia, Naples, Pisa dan Florence.
Bukti-bukti menunjukkan, bahwa Pacioli bekerja sama dengan kaum intelektual (cerdik-cendikia) lainnya, seperti misalnya dengan Leonardo da Vinci. Mereka bekerja sama dalam pembuatan pelajaran "Ilmu Pasti". Teks (uraian) dibuat oleh Pacioli dan ilustrasinya dibuat oleh da Vinci. Buku ilmu pasti yang diterbitkan pada tahun 1494 itu berjudul "Summa De Arithmatica, Geometria, Proportioni Et Proportionalita". Dalam buku tersebut, salah satu bagiannya berisi pelajaran akuntansi yang ditujukan untuk kepentingan para pengusaha. Bagian yang membahas akuntansi untuk para pengusaha itu terdiri dari 37 Bab dengan judul utama bagian "Tractatus De Computis Et Scriptorio".
Oleh karena Pacioli merupakan orang pertama yang menulis pelajaran akuntansi, maka para pengikutnya menamakan dia sebagai "Bapak Akuntansi" (The Father of Accounting).
Sebenarnya, sebelum Pacioli menulis pelajaran akuntansi itu, sudah ada karya tulis di bidang akuntansi dalam bentuk "manuscript" (naskah). Naskah itu hanya digunakan dalam lingkungan terbatas saja. Misalnya, karya tulis Benedetto Cotrugli baru diterbitkan tahun 1573, padahal naskahnya sudah ditulis satu abad sebelumnya. Jadi dengan demikian, penamaan "Bapak Akuntansi" pada Pacioli hanya karena berdasarkan karya tulisnya sebagai naskah yang paling dahulu (pertama) diterbitkan untuk umum.

Asumsi Dasar Akuntansi



Dalam prakteknya akuntansi berjalan berdasarkan asumsi-asumsi, sama seperti kita yang sering mengasumsikan sesuatu agar dapat lebih mudah diterima atau dilakukan. Asumsi-asumsi ini pulalah yang mempermudah pelaksanaan kegiatan akuntansi. Adapun asumsi-asumsi dasar yang dipakai dalam dunia akuntansi adalah sebagai berikut:

1. Kesatuan usaha khusus (Separate entity/Economic entity)
Perusahaan dipandang sebagai suatu unit usaha yang berdiri sendiri, terpisah dari pemiliknya. Maksudnya, walaupun perusahaan itu dimiliki oleh seseorang, tetap saja perusahaan itu dianggap sebagai sebuah badan yang terpisah dari pemiliknya. Seperti: terpisah kekayaannya dari kekayaan pemilik, terpisah utangnya dari utang pemilik.
2. Kontinuitas usaha (Going concern/continuity)
Suatu perusahaan itu akan hidup terus, dalam arti diharapkan tidak akan terjadi likuidasi di masa yang akan datang. Penekanan dari konsep ini adalah terhadap anggapan bahwa akan tersedia cukup waktu bagi suatu perusahaan untuk menyelesaikan usaha, kontrak-kontrak dan perjanjian-perjanjian.
3. Penggunaan unit moneter dalam pencatatan
Semua transaksi-transaksi yang terjadi akan dinyatakan di dalam catatan dalam bentuk unit moneter pada saat terjadinya transaksi itu. Unit moneter yang digunakan adalah mata uang dari negara di mana perusahaan itu berdiri. Contoh: Indonesia unit moneternya Rupiah, Australia unit moneternya Dollar Australia, dsb.
4. Periode waktu (Time-period/Periodicity)Adanya pembatasan waktu untuk dapat menilai dan melaporkan hasil dari usaha yang dijalankan. Hal ini disebabkan karena perusahaan dianggap akan terus hidup dimasa yang akan datang, sehingga tidak mungkin apabila untuk mengetahui keuntungan atau kerugian dari usaha kita harus menunggu perusahaan ditutup terlebih dahulu.

Asumsi Dasar Akuntansi



Dalam prakteknya akuntansi berjalan berdasarkan asumsi-asumsi, sama seperti kita yang sering mengasumsikan sesuatu agar dapat lebih mudah diterima atau dilakukan. Asumsi-asumsi ini pulalah yang mempermudah pelaksanaan kegiatan akuntansi. Adapun asumsi-asumsi dasar yang dipakai dalam dunia akuntansi adalah sebagai berikut:
1. Kesatuan usaha khusus (Separate entity/Economic entity)

Perusahaan dipandang sebagai suatu unit usaha yang berdiri sendiri, terpisah dari pemiliknya. Maksudnya, walaupun perusahaan itu dimiliki oleh seseorang, tetap saja perusahaan itu dianggap sebagai sebuah badan yang terpisah dari pemiliknya. Seperti: terpisah kekayaannya dari kekayaan pemilik, terpisah utangnya dari utang pemilik.
2. Kontinuitas usaha (Going concern/continuity)
Suatu perusahaan itu akan hidup terus, dalam arti diharapkan tidak akan terjadi likuidasi di masa yang akan datang. Penekanan dari konsep ini adalah terhadap anggapan bahwa akan tersedia cukup waktu bagi suatu perusahaan untuk menyelesaikan usaha, kontrak-kontrak dan perjanjian-perjanjian.
3. Penggunaan unit moneter dalam pencatatan
Semua transaksi-transaksi yang terjadi akan dinyatakan di dalam catatan dalam bentuk unit moneter pada saat terjadinya transaksi itu. Unit moneter yang digunakan adalah mata uang dari negara di mana perusahaan itu berdiri. Contoh: Indonesia unit moneternya Rupiah, Australia unit moneternya Dollar Australia, dsb.
4. Periode waktu (Time-period/Periodicity)Adanya pembatasan waktu untuk dapat menilai dan melaporkan hasil dari usaha yang dijalankan. Hal ini disebabkan karena perusahaan dianggap akan terus hidup dimasa yang akan datang, sehingga tidak mungkin apabila untuk mengetahui keuntungan atau kerugian dari usaha kita harus menunggu perusahaan ditutup terlebih dahulu.

Pengertian Akuntansi


Seberapa sering sih kita mendengar istilah akuntansi? Pernah tidak terlintas dipikiran kalian apa sih akuntansi itu?

Well, tak kenal maka tak sayang. Pepatah lama yang banyak banget benernya. Untuk bisa memahami sesuatu pastinya kita harus kenal dulu dengan sesuatu itu. Nah, kali ini kita mau kenalan dulu sama yang namanya akuntansi

Akuntansi sering juga disebut sebagai bahasa dunia usaha (language of business). Disebut demikian karena melalui akuntansilah informasi dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, kita bisa mengetahui keadaan suatu perusahaan.
Secara ringkas akuntansi dapat diartikan sebagai suatu proses pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, dan pelaporan data-data transaksi keuangan. Akuntansi juga dapat diartikan sebagai sistem informasi yang memberikan laporan kepada pihak-pihak berkepentingan mengenai kegiatan ekonomi dan kondisi perusahaan.

Sampai disini dulu perkenalan kita dengan akuntansi, lain kesempatan kita sambung lagi dengan bagian lain dari akuntansi.

Siklus Akuntansi (Accounting Cycle)



Sebelum mengenal terlalu jauh, ada baiknya apabila kita mengetahui secara ringkas gambaran dari proses akuntansi yang akan terus kita bahas.
Siklus akuntansi atau accounting cycle merupakan serangkaian proses kegiatan akuntansi mulai dari awal hingga akhir. Pada dasarnya siklus akuntansi untuk perusahaan jasa, perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur adalah sama, hanya saja terdapat sedikit perbedaan karena karakteristik perusahaan yang memang berbeda. Berikut akan diuraikan siklus akuntansi yang terdapat dimasing-masing perusahaan:

1. Perusahaan Jasa
Siklus akuntansi terdiri dari:
a. Bukti Transaksi
b. Jurnal
c. Buku Besar
d. Neraca Saldo
e. Jurnal Penyesuaian
f. Neraca Lajur
g. Laporan keuangan, yang terdiri dari:
*Laporan Laba/Rugi
*Laporan Perubahan Modal
*Neraca
*Laporan Arus Kas
h. Jurnal Penutup
i. Neraca Saldo Setelah Penutupan
j. Jurnal Pembalik

2. Perusahaan Dagang
Siklus akuntansi terdiri dari:
a. Bukti Transaksi
b. *Jurnal
*Buku Besar Pembantu
c. Buku Besar
d. Daftar Saldo Piutang dan Utang
e. Neraca Saldo
f. Jurnal Penyesuaian
g. Neraca Lajur
h. Laporan keuangan, yang terdiri dari:
*Laporan Laba/Rugi
*Laporan Perubahan Modal
*Neraca
*Laporan Arus Kas
i . Jurnal Penutup
j. Neraca Saldo Setelah Penutupan
k. Jurnal Pembalik

3. Perusahaan Manufaktur
Siklus akuntansi terdiri dari:
a. Bukti Transaksi
b. *Jurnal
*Buku Besar Pembantu
c. Buku Besar
d. Daftar Saldo Piutang dan Utang
e. Neraca Saldo
f. Jurnal Penyesuaian
g. Neraca Lajur
h. Laporan keuangan, yang terdiri dari:
*Laporan Biaya Produksi
*Laporan Laba/Rugi
*Laporan Perubahan Modal
*Neraca
*Laporan Arus Kas
i . Jurnal Penutup
j. Neraca Saldo Setelah Penutupan
k. Jurnal Pembalik


Persamaan Dasar Akuntansi

Sebelum kita mempelajari akuntansi lebih lanjut, kita harus terlebih dahulu memahami persamaan dasar dari akuntansi. Persamaan dasar ini akan mempermudah kita dalam mengerjakan praktik-praktik akuntansi selanjutnya.
Pada pencatatan akuntansi yang menggunakan double entry system, keseimbangan antara sisi yang satu dengan sisi yang lainnya sangatlah penting. Adanya ketidakseimbangan menunjukkan adanya kesalahan dalam pencatatan. Oleh karena itulah kita harus mempelajari persamaan dasar akuntansi terlebih dahulu.
Bentuk-bentuk persamaan dasar akuntansi dapat dijabarkan sebagai berikut:
* Harta = Utang + Modal
* Utang = Harta - Modal
* Modal = Harta - Utang
Untuk yang lebih kompleksnya, persamaan dasar akuntansi juga dapat dirumuskan sebagai berikut:

* Harta + Beban = Utang + Modal + Pendapatan

Berdasarkan persamaan dasar akuntansi di atas, kita dapat menyusun mekanisme debet dan kredit seperti berikut:
Ada cara mudah mengingat mekanisme debet dan kredit ini, hanya dengan mengingat dua kelompok saja kita bisa ingat semuanya. Bagaimana caranya?
Caranya kita gunakan lima jari kita dengan ketentuan berikut:
# Jari Jempol = Harta
# Jari Telunjuk = Utang
# Jari Tengah = Modal
# Jari Manis = Pendapatan
# Jari Kelingking = Beban
Sudah ingat semua letaknya?
Sekarang kita pertemukan jari jempol dan jari kelingking. Dua jari yang bertemu ini punya saldo normal di debet, otomatis tiga jari lainnya punya saldo normal di kredit.
Setiap kelompok yang memiliki saldo normal di debet, setiap penambahan akan mempengaruhi debet pula dan setiap pengurangan akan mempengaruhi kredit. Begitu pula sebaliknya, setiap kelompok yang memiliki saldo normal di kredit, penambahan akan mempengaruhi kredit pula, sedangkan pengurangan akan mempengaruhi debet.
Gimana? Cukup simple-kan untuk mengingatnya?
Cukup pertemukan jari jempol dan jari kelingking yang melambangkan debet.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More